Kunjungan Burung Gagang Bayam di kala Musim Tanam Padi di Persawahan Jogja

Si Cantik dan Ramah Burung Gagang Bayam
Negeri kita boleh berbangga karena sebentar lagi bakal jadi tuan rumah perhelatan olahraga Akbar Asian Games 2022. untuk mengikuti pawai obor yang bermigrasi dan singgah di beberapa kota termasuk Jogja dan Solo. indonesia juga menjadi rumah persinggahan untuk kawanan burung cantik berjuluk gagang bayam. burung yang punya nama latin himatopus leucocephalus ini juga bisa ditemui di dekat Perairan Malaysia, Jepang, Filipina, Brunei, Pulau Christmas, Australia sampai Selandia Baru. burung yang gemar berkelana sampai Jepang dan Pulau Christmas Ini aslinya bermukim di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa dan Sulawesi. ada juga populasi yang ditemukan di Kalimantan Selatan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sampai Timor Timur.
Binatang yang aslinya berasal dari daratan Eropa ini cantik dan unik banget. Belum lama ini sejumlah fotografer spesialis alam liar berhasil mengabadikan keberadaan burung gagang bayam di sungai barong yang masuk dalam kawasan Taman Nasional berbak 9.
Sekilas penampilan burung gagang bayam yang cukup menonjol. panjangnya sekitar 36 cm dengan Bentang sayap sampai 67 CM. bulu Bagian kepala dan lehernya berwarna hitam. bagian belakang dan muka sayapnya dilapisi bulu berwarna hijau kehitaman mengkilap detik bagian utama tubuhnya berwarna putih, ekornya memiliki 9 warna kelabu, kakinya yang mirip gagang bayam berwarna merah muda, Kaki dan cakarnya Hitam, sedangkan paruh ramping panjangnya berwarna hitam sementara Iris dan kelopak matanya berwarna merah.
Keseharian Burung Gagang Bayam dalam mencari Makan
Sehari-hari, burung gagang bayam termasuk binatang perairan . burung ini mencari makan binatang tanpa tulang belakang atau invertebrata. kesukaannya di perairan dangkal. hewan ini juga jagoan mencari makanan di dalam sedimen dengan paruhnya yang panjang. biasanya sulit dideteksi lantaran bulunya masih sangat halus. ketika pas pada akhirnya bertemu ancaman, reflek burung ini biasanya membeku. terkadang induk hewan ini juga menerapkan taktik pura-pura cedera kaki agar Predator menjauhi anak-anaknya. Biasanya kami bisa menemui hewan langka itu dikala musim tanam padi, mereka banyak ditemui di sawah yang sudah siap untuk ditanami padi karena disana banyak juga hewan – hewan kecil yang menjadi mangsa mereka.






