15 Museum Yang Ada di Yogyakarta
Di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat banyak museum yang bias anda kunjungi ketika berwisata di Jogja. Ketika mengunjungi museum selain berwisata anda juga bisa mengenal dan belajar tentang sejarah masa lalu. Berikut beberapa museum yang bisa anda datangi bersama kami Jogja75 Tour & Travel.
1. Museum Hamengkubuwana IX

Museum ini berada di dalam komplek Kraton Yogyakarta. Museum khusu ini menyimpan benda-benda pribadi dan peralatan yang pernah digunakan almarhum Sri Sultan Hamengkubuwana IX yang merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia ke dua semasa hidupnya. Benda-benda yang dipamerkan antara lain foto-foto, penghargaan dari Pemerintah dan koleksi khusus lainnya.
2. Museum Kereta Kraton Yogyakarta

Berlokasi di Jl. Rotowijayan No 2 atau di sebelah barat Kraton Yogyakarta. Di dalam museum ini terdapat sejumlah kereta beserta peralatannya milik Kraton Yogyakarta, balik yang masih dipergunakan ataupun yang tidak.
3. Museum Benteng Vredeburg

Dahulu merupakan penjara milik Belanda, namun setelah Indonesia merdeka benteng ini di alihfungsikan menjadi museum dengan nama Museum Benteng Yogyakarta dan sejak tahun 1992 sebagai museum khusus perjuangan yang menampilkan koleksi foto-foto, benda dan replica serta diorama.
4. Museum Sonobudoyo
Terletak dikawasan Alun–alun Utara Yogyakarta, merupakan museum kebudayaan dan kepurbakalan terlengkap setelah Museum Pusat Jakarta. Koleksi yang ditampilkan antara lain : bnarang – barang tembikar, arca dan beda perunggu dari abad VII-X, berbagai jenis wayang dan topeng, senjata tradisional, gamelan behkan replica komplek pemuja Bali. Museum Sonobudoyo juga dilengkapi dengan perpustakaan yang menyimpan naskah – naskah dan buku kuno.
5. Museum Pura Pakualaman
Merupakan tempat tinggal Sri Paku Alam beserta keluarga yang dibangun pada tahun 1812. Di kompleks ini juga terdapat museum yang menampilkan foto-foto, senjata-senjata kuno, kereta kraton, naskah kuno dan benda-benda bersejarah yang bernilai bedaya tinggi, peninggalan masa silam dari keluarga Paku Alam.
6. Museum Dewantara Kirti Griya
Museum yang mempergunakan rumah kediaman Ki Hajar Dewantara ini terletak di Jl Taman Siswa. Hal yang menarik di dalam museum ini adalah dipamerkannya koleksi benda-benda penting yang berhubungan dengan perjuangan Ki Hajar Dewantara.
7. Museum Affandi
Museum ini merupakan bekas tempat tinggal dan studio pelukis terkenal Indonesia, Affandi, yang kemudian diubah menjadi museum untuk menyimpan dan memamerkan karya-karyanya. Museum ini menyimpan lebih dari 300 karya Affandi, termasuk lukisan, sketsa, dan benda-benda pribadinya. Arsitektur bangunannya unik dan artistik, mencerminkan gaya ekspresionis Affandi. Selain galeri, pengunjung juga bisa melihat mobil kuno Affandi dan rumah tempat beliau tinggal.
8. Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Museum militer yang terletak di kompleks Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta. Museum ini dikelola oleh TNI Angkatan Udara dan menyajikan sejarah perkembangan dunia kedirgantaraan Indonesia, khususnya peran TNI AU. Koleksinya mencakup berbagai jenis pesawat tempur, senjata, seragam, foto sejarah, dan diorama perjuangan TNI AU dari masa ke masa. Museum ini menjadi destinasi edukatif sekaligus rekreasi keluarga yang menarik, terutama bagi pecinta dunia penerbangan.
9. Museum Perjuangan Yogyakarta
Museum sejarah yang didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Yogyakarta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Terletak di Jalan Kolonel Sugiyono, museum ini diresmikan pada tahun 1961 dan memiliki arsitektur unik bergaya khas Indonesia. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat koleksi senjata, diorama, lukisan, dan benda bersejarah lain yang berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan, khususnya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Museum ini menjadi tempat edukatif dan inspiratif bagi generasi muda untuk memahami semangat nasionalisme dan patriotisme.
10. Museum Monumen Jogja Kembali
(Monjali) adalah sebuah museum sejarah yang terletak di Yogyakarta, dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat dan tentara Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya saat Serangan Umum 1 Maret 1949. Museum ini berbentuk kerucut dan memiliki koleksi berupa diorama, senjata, pakaian, dokumen, serta foto-foto perjuangan kemerdekaan. Terletak di kawasan Ring Road Utara, museum ini menjadi destinasi edukatif sekaligus simbol nasionalisme yang kuat.
11. Museum Batik Yogyakarta
Museum ini didirikan atas inisiatif pasangan Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih sebagai upaya melestarikan warisan batik, lengkap dengan perkakas tradisional membatik seperti canting, anglo, wajan, dan pewarna alami.
12. Museum Gunung Merapi (MGM)
Museum ini menyajikan informasi lengkap tentang aktivitas gunung berapi, khususnya Gunung Merapi, termasuk sejarah letusan, mitigasi bencana, dan ilmu kebumian. Pengunjung dapat melihat replika letusan Merapi, simulasi gempa, koleksi batuan vulkanik, serta dokumentasi erupsi besar. Museum ini cocok sebagai sarana edukasi kebencanaan dan geowisata bagi pelajar, wisatawan, maupun peneliti.
13. Museum Sandi
Museum ini merupakan satu-satunya museum kriptografi di Indonesia, bahkan bisa disebut satu-satunya di dunia yang memiliki koleksi tentang sistem persandian dan enkripsi. Didirikan atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala Lembaga Sandi Negara dengan tujuan menyediakan pusat informasi terpercaya mengenai persandian, mempromosikan budaya keamanan informasi, serta mendidik tentang sejarah dan peran persandian dalam perjuangan kemerdekaan. Museum menampilkan berbagai artefak persandian—mesin sandi (baik buatan lokal maupun luar negeri), buku kode, telegraf, serta berbagai objék bersejarah era perjuangan Kemerdekaan. Beberapa koleksi terkenal seperti mesin sandi Indonesia SR?64 juga ditampilkan.
14. Museum Ullen Sentalu
Museum ini dirancang sebagai jendela yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, berfungsi sebagai penjaga warisan budaya Jawa baik yang bersifat nyata (tangible) maupun tak kasat mata (intangible). Museum ini menampilkan koleksi istimewa dari empat keraton besar di Jawa: Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran, dan Pakualaman. Gayanya merupakan perpaduan arsitektur Gothic Eropa dan tradisi Jawa, dengan filosofi “In-the-Field Architecture”—bagian dari bangunan dirancang menyatu dengan lingkungan dan material lokal, menciptakan suasana magis dan harmonis.
15. Museum Mini Sisa Hartaku
Dikenal juga sebagai The House of Memory, adalah sebuah museum kecil yang menyimpan jejak nyata dari letusan dahsyat Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010. Museum ini memamerkan berbagai barang yang menjadi korban letusan, termasuk perabot rumah tangga yang meleleh (seperti jam dinding, televisi, dan radio), kerangka hewan ternak, rangka sepeda dan motor, alat pertanian, gamelan, hingga foto-foto dokumentasi bencana.






